Di dunia semakin sedikit saja spesies spesies animals/hewan yang dapat kita temui. Sudah semakin banyak pula yang hanya bisa kita temui di Buku Sejarah Hewan dengan kata lain hewan tersebut telah punah. Oleh karena itu sebaiknya kita menjaga hewan hewan yang sudah mulai lanka khusus nya di Indonesia sendiri, berikut adalah hewan hewan di Indonesia yang mulai berkurang spesies nya :
Sugar Glider
Sugar Glider
(Petaurus breviceps) adalah hewan kecil, omnivora, arboreal meluncur possum milik infraclass berkantung. Nama umumnya
mengacu pada preferensi untuk makanan nectarous manis dan kemampuan untuk melayang di udara, seperti tupai terbang. Karena evolusi konvergen, mereka memiliki penampilan yang sangat mirip dan kebiasaan untuk tupai terbang, tetapi tidak terkait eratnama ilmiah, Petaurus breviceps, diterjemahkan dari bahasa Latin sebagai "pendek berkepala penari tali-", sebuah referensi untuk akrobat kanopi mereka..
Glider gula asli timur dan utara daratan Australia, dan diperkenalkan ke Tasmania. Hal ini juga berasal dari berbagai pulau di wilayah tersebut.
Kura Kura Moncong Babi
(
Carettochelys insculpta) adalah satu-satunya jenis labi-labi yang masih lestari yang merupakan anggota keluarga Caretochelidae.
Hewan endemik Papua
yang kerap disebut kura-kura ini populasinya di alam bebas sangat
terancam karena merupakan hewan peliharaan populer dan sering
diselundupkan ke luar negeri (Cina dan Taiwan) untuk dikonsumsi sebagai
obat. Ia hidup di sejumlah sungai di daerah selatan Papua dan di
beberapa tempat di Queensland utara.
Taman Nasional Gunung Lorentz menjadi tempat perlindungan terakhirnya.
Owa Jawa

(
Hylobates moloch) adalah sejenis primata anggota suku Hylobatidae. Dengan populasi tersisa antara 1.000 – 2.000 ekor saja, kera ini adalah spesies owa yang paling langka di dunia. Owa jawa menyebar terbatas (endemik) di Jawa bagian barat. Owa jawa tidak memiliki ekor, dan tangannya relatif panjang dibandingkan
dengan besar tubuhnya. Tangan yang panjang ini diperlukannya untuk
berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi, tempatnya beraktifitas sehari-hari. Warna tubuhnya
keabu-abuan, dengan sisi atas kepala lebih gelap dan wajah kehitaman.
Jalak Bali
(Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.
Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.
Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah
satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara
burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung
ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat
menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini
sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia
menjalankan program penangkaran jalak Bali.
Tarsius
Tarsius adalah primata dari genus
Tarsius, suatu genus monotipe dari famili
Tarsiidae, satu-satunya famili yang bertahan dari ordo
Tarsiiformes. Meskipun grup ini dahulu kala memiliki penyebaran yang luas, semua spesies yang hidup sekarang ditemukan di pulau-pulau di Asia Tenggara.
Tarsius bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar; tiap bola
matanya berdiameter sekitar 16 mm dan berukuran sebesar keseluruhan
otaknya. Kaki belakangnya juga sangat panjang. Tulang tarsus
di kakinya sangat panjang dan dari tulang tarsus inilah tarsius
mendapatkan nama. Panjang kepala dan tubuhnya 10 sampai 15 cm, namun
kaki belakangnya hampir dua kali panjang ini, mereka juga punya ekor
yang ramping sepanjang 20 hingga 25 cm. Jari-jari mereka juga memanjang,
dengan jari ketiga kira-kira sama panjang debngan lengan atas. Di
banyak ujung jarinya ada kuku namun pada jari kedua dan ketiga dari kaki
belakang berupa cakar yang mereka pakai untuk merawat tubuh. Bulu
tarsius sangat lembut dan mirip beludru yang bisanya berwarna cokelat
abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.
Tidak seperti prosimia lain, tarsius tidak mempunyai sisir gigi, dan susunan gigi mereka juga unik
Anoa
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies
anoa yaitu:
Anoa Pegunungan (
Bubalus quarlesi) dan
Anoa Dataran Rendah (
Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia.
Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan
saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa
sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de
Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle's Anoa.
Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa,
Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.
Masih banyak lagi hewan langka di Indonesia yang tidak bisa saya sebutkan.
Sebegitu banyaknya kah? Iya, bahkan hewan langka diseluruh dunia mencapai ratusan spesies. Oleh Karena itu marilah kira jaga hewan hewan tersuebut, ehh bukan hanya hewan langka saja, marilah kita hidup bersama mahluk hidup ciptaan Allah saling menjaga dan memelihara. agar semua bisa bertahan hidup bersama dengan Bumi Hijau kita..
Terimakasih Sudah mampir..
Semoga bermanfaat ^^